Membangun komunitas melalui ruang publik taman memang menjadi sebuah konsep yang sangat menarik. Taman tidak hanya menjadi tempat untuk beristirahat, tetapi juga menjadi tempat untuk membangun hubungan sosial dan kebersamaan. Seperti yang dikatakan oleh Jane Jacobs, seorang aktivis dan penulis urbanis, “Taman adalah jantung dari sebuah kota, tempat di mana orang-orang dari berbagai latar belakang bisa bertemu dan berinteraksi.”
Menurut seorang ahli arsitektur kota, Jan Gehl, “Ruang publik yang baik adalah ruang yang memungkinkan orang untuk berinteraksi dan berbagi pengalaman.” Oleh karena itu, penting untuk merancang taman dengan baik agar dapat memfasilitasi pertemuan antar warga dan memperkuat ikatan sosial di dalam komunitas.
Salah satu contoh yang sukses dalam membangun komunitas melalui ruang publik taman adalah Kasongan City Park di Yogyakarta. Taman ini dirancang dengan konsep yang ramah lingkungan dan mengundang warga untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial. Sebagai hasilnya, Kasongan City Park berhasil menjadi pusat kegiatan komunitas dan tempat berkumpul yang menyenangkan bagi seluruh warga.
Menurut Bambang, seorang warga sekitar taman, “Kasongan City Park benar-benar telah membantu mempererat hubungan antar warga di sekitar sini. Kami sering mengadakan acara-acara bersama di taman ini dan merasa lebih dekat satu sama lain.” Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran taman sebagai ruang publik untuk memperkuat ikatan sosial di dalam komunitas.
Dengan demikian, membangun komunitas melalui ruang publik taman bukanlah hal yang sulit. Dengan perencanaan yang matang dan partisipasi aktif dari warga, taman dapat menjadi tempat yang menyenangkan dan bermanfaat bagi seluruh komunitas. Seperti yang dikatakan oleh Richard Louv, seorang penulis dan aktivis lingkungan, “Taman adalah tempat di mana mimpi-mimpi bersama dimulai.” Jadi, mari kita bersama-sama membangun komunitas melalui ruang publik taman!